Membuat musik orkestra dengan software (MIDI MOCK UP Part 3)

Harus diakui bahwa bagaimanapun juga, midi dan plug in tidak mungkin bisa MENYAMAI suara orkestra asli. Yang mungkin adalah MENDEKATI suara orkestra asli. Karena orkestra begitu kompleks. Orkestra biasanya melibatkan banyak orang, yang juga berarti melibatkan banyak faktor di dalamnya; motorik, emosi, interpetasi, dan sebagainya.
Berdasarkan pengalamannya me-mock up musik orkestra,

Rocky Irvano berbagi tips pada kita mengenai ini:
1. Pemilihan VST atau RTAS yang tepat. Dari Youtube kita bisa melihat dan mendengar bagaimana masing-masing merk plug-in memiliki sound yang berbeda-beda. VST atau RTAS memiliki banyak sampel. Kualitas sample tersebut akan menentukan pula kualitas kemiripan dengan sound orkestra.
2. Jika merekam dengan midi, sebaiknya tidak perlu di quantize, tetapi tetap pertahankan tempo sesuai dengan metronome. Quantize terhadap peta midi bisa mengurangi kenaturalan musik kita.
3. Sebaiknya anda memiliki monitor khusus sebagai display score. Atau jika tidak sebaiknya score diprint supaya, layar kerja kita memang khusus digunakan untuk membuka window DAW.
4. Carilah dan tambah ketrampilan menggunakan kontroller. Dengan kontroller yang banyak, kita bisa mengatur detail dengan maksimal. Detail yang dimaksud adalah velocity, vibrasi pada string, modulation, dan sebagainya.

Screen Shot 2014-11-28 at 4.38.56 PM

5. Jika merekam dengan menggunakan midi, setelah mendapatkan peta midi yang benar (yang sudah diedit detail velocity dan macam-macamnya) sebaiknya “diprint” atau dikonvert menjadi wav atau aiff.
6. Tambah ketrampilan membaca not balok. Score musik orkestra pada umumnya menggunakan not balok. Maka ketrampilan membaca dan memainkannya dalam piano kontroller akan sangat membantu.
7. Atur volume masing-masing plug in. Masing-masing plug in memiliki default volume yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *